Akan ada pelangi setelah hujan. Kalimat itu yang dari dulu jadi penyemangat gw dalam menjalani semua beban hidup. Daann.. Finally, terbukti. Yah, gw sedang benar-benar merasakan hadirnya pelangi itu sekarang. Seolah-olah gw dapat kebahagian bertubi-tubi setelah kesialan bertubi-tubi. Sekarang gw lagi bahagiaaaa banget. Bahagia dengan cinta yang hadir di sekeliling gw. Yah, bermula dari waktu gw ulang tahun. Tahun2 belakangan ini memang ucapan ulang tahun hanya dari orang2 terrrrdekat dan keluarga aja. Tapi tahun ini banyak banget yang inget (mungkin diingetin facebook) dan ngucapin. Itu aja udah bikin gw bahagia. Tapi gw juga dapet kejutan (yg udah gw tau duluan) dari murid2 gw. Mereka bawain kue tart dan banyak kado. Gw merasa terharu banget sama cinta mereka.
Selain itu juga gw merasa ada aja rejeki yang dateng disaat gw merasa lagi bokek banget.
Mungkin bagi kalian yang baca ini biasa banget. Tapi bagi gw, ini luar biasa karena apa yang sudah gw lalui sebelum ini. Yah, seperti yang tadi gw bilang. Kesialan bertubi-tubi. Dari ilang hp yg baru 2 bulan gw beli, dapet tuduhan ngga berperikemanusiaan dari atasan, jatuh dari motor, digigitin serangga yg gatelnya luar biasa, stiker motor dicabut orang, kabel speedometer putus, diomelin temen yg udah kaya sodara, dan masih banyak lagi. Dan hebatnya, gw sama sekali ngga ngeluarin air mata untuk itu semua. Sekali sih pas mau tidur. Tapi semua gw jalani dengan ikhlas dan sabar, yah walaupun masih keluar dumelan-dumelan dan ratapan. Dan alhamdulillah, Allah menjawab dengan perasaan yang luar biasa bahagia yang mungkin ngga bisa dibeli dengan uang seberapapun. Cinta yang gw dapet dari murid-murid gw dan orang di sekitar gw.
lidya
Hari ini pikiranku penuh. Penuh dengan terkaan, penyesalan, dan kecurigaan. Aku nggak tahu apa yang aku lakukan hari ini benar atau tidak. Tapi aku mendapatkan satu hal, bahwa aku tidak akan mempercayai orang sepenuhnya. Aku mendapatkan sesuatu yang membuatku berpikir bahwa mereka memang bukan orang yang betul betul benar. Mereka tidak bersih. Mereka memanfaatkan apapun demi mereka. Saya tidak katakan keuntungan karena saya rasa itu bukan keuntungan untuk mereka. Mempercayai seseorang tanpa bukti itu memang salah. Benar-benar salah. Dan saya menyesal telah melakukannya. Dan kejujuran mungkin tidak akan dihargai oleh orang-orang yang hanya mau mendengar apa yang mereka mau dengar, bukan apa yang sebenarnya.
Aku suka langit sore di bis kota nomor 9BT jurusan Kampung Rambutan-Bekasi. Langit yang hanya bisa kulihat jika aku beruntung mendapatkan posisi dekat jendela sebelah kiri. Kadang memang aku tidak bisa melihatnya karena kebetulan pulang dari kampus hari masih siang atau sudah malam. Dan aku juga tidak bisa melihatnya jika bis penuh sesak dengan penumpang sehingga aku terpaksa berdiri membelakangi langit itu. atau bangku yang tersisa hanya di sebelah kanan sehingga langit itu tidak bisa kulihat. Langit
sore dalam bis 9bt. Langit terindah yang selalu aku nantikan. Langit
yang seakan meniupkan energi baru setelah melewati banyak airmata dan
keluh. Langit yang hanya bisa kulihat di dalam bis 9bt yang membawaku
pulang.
Jika beruntung, aku mendapatkan pelangi di langit itu. Dan aku mendapatkannya di hari terbaik. Hari dimana perjuanganku di kampus telah berakhir. Dan pelangi itu hadir :)
Jika beruntung, aku mendapatkan pelangi di langit itu. Dan aku mendapatkannya di hari terbaik. Hari dimana perjuanganku di kampus telah berakhir. Dan pelangi itu hadir :)
lidya
Waktu berjalan, tanpa sadar aku sampai di titik ini. Titik dimana aku tidak tahu harus kemana, harus apa, dan bahkan apa yang aku mau. Bertemu dengan orang-orang baru yang membuatku terhenyak bahwa apa yang kulalui selama ini hanyalah bagian dunia yang sangat kecil dari begitu besarnya diameter bola bumi ini.
Aku seperti terombang-ambing di tengah laut lepas. Sendirian. Dan kebingungan. Perahu mana yang harus kumasuki dari begitu banyak perahu yang ada. Bahkan aku sampai tidak mengenali diriku sendiri. Bagian dari perahu manakah aku ini?
Yang aku kejar selama ini adalah kebahagiaan. setidaknya, hanya itulah yang aku tahu. Tapi kini, aku sendiri mulai lupa, ataukah memang tidak tahu dari awal? Apakah kebahagiaan itu? Dunia seperti apa yang disebut kebahagiaan? Dunia tawa kah? Dunia toleransi? Dunia mengalah? Dunia mencintai? Dunia materi? Atau.. Adakah dunia lain yang bisa kusebut, "Inilah dunia bahagia"?
Aku seperti terombang-ambing di tengah laut lepas. Sendirian. Dan kebingungan. Perahu mana yang harus kumasuki dari begitu banyak perahu yang ada. Bahkan aku sampai tidak mengenali diriku sendiri. Bagian dari perahu manakah aku ini?
Yang aku kejar selama ini adalah kebahagiaan. setidaknya, hanya itulah yang aku tahu. Tapi kini, aku sendiri mulai lupa, ataukah memang tidak tahu dari awal? Apakah kebahagiaan itu? Dunia seperti apa yang disebut kebahagiaan? Dunia tawa kah? Dunia toleransi? Dunia mengalah? Dunia mencintai? Dunia materi? Atau.. Adakah dunia lain yang bisa kusebut, "Inilah dunia bahagia"?
