lidya
Mimpi dan keajaiban
aku percaya keduanya
karena itu aku selalu bermimpi
dan aku yakin akan ada keajaiban-keajaiban yang membuat mimpi itu terwujud
yang perlu dilakukan hanyalah dua hal,
yaitu berusaha dan berdoa.
sebelumnya aku tidak terlalu mengerti makna dari dua kata itu
tapi sekarang,
ketika aku mencoba mewujudkan mimpi-mimpiku
yang perlu kulakukan adalah berusaha keras,
sekeras-kerasnya,
semampunya,
sampai kita mencapai titik dimana tidak ada kesanggupan lagi
dimana tidak ada lagi yang bisa dilakukan
selain berdoa
usaha-usaha yang kita lakukan
akan sia-sia
jika kita tidak meminta pada Tuhan untuk melancarkannya,
untuk memuluskannya.
Tuhan yang mengatur semuanya
dan Dia tidak akan diam melihat kerja keras kita
kesungguhan kita.
Jika Tuhan tidak mewujudkan mimpi kita
maka Dia mempunyai rencana lain
mewujudkan mimpi lain untuk kita
yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Percaya pada mimpimu
dan kekuatan doa.

lidya
Masih saja terpaku menghitung jejak langkahku yang tak pernah ada habisnya. 
Sambil memunguti daun-daun kering yang telah rusak kuinjak. 
Memasukkannya dalam kantung yang semakin menggembung dipenuhi sampah kenangan. 
Yang seharusnya kubuang di tempat yang tak akan pernah kukunjungi lagi. 
Namun, semakin penuh kantung itu, semakin aku tak mampu membuangnya. 
Terlalu indah untuk dibuang dan dilepaskan begitu saja. 
Walau aku tahu itu cuma sampah. 
Sampah yang semakin lama semakin memberatkan pundakku untuk memikulnya. 
Seandainya saja mentari yang sedari tadi memelototiku bisa membakarnya dan menjadikannya asap untuk kemudian membumbung tinggi di angkasa, 
menemani awan, 
menjadi hujan yang akan menyiram semua penat ini.

Bekasi, 30 September 2012
Label: 0 Comment | edit post
lidya











Mendaki.
Menjejakkan kaki di tanah dan bebatuan yang sepi.
Berat. Sangat terasa berat dibandingkan ketika kita bermalas-malasan di atas kasur yang nyaman.
Tapi semua orang berkata, "Akan terbayar nantinya sesampai di puncak!".





Namun tidak. Ini bukan soal terbayar atau apapun. Ini tentang proses.
Ketika kita sampai dan melihat ke bawah hingga menyadari apa yang telah kita lewati.
Ada sesuatu yang tidak terungkapkan dan begitu menggetarkan hati.
Ada sesuatu yang tidak mampu dirangkaikan dengan kata-kata terindah sekalipun.
Sesuatu yang hanya bisa dirasakan jantung dan lubuk hati ini.
Yang cukup tergambar dengan senyum termanis.
Yang mungkin hanya bisa diartikan oleh para pendaki.
Dan kini aku hanya mampu berkata, "Aku ingin lagi".




Lidya Nurmalasari
2 Juli 2012
lidya
Sungguh.. rasanya ingin menghilang saja
ketika semua hal memenuhi kepala
ketika semua lara memenuhi rongga dada
dan semua rencana tidak berjalan dengan semestinya
seandainya aku tahu apa yang terbaik untukku saat ini dan nanti
maka mungkin sedih ini tidak akan menggelayuti pundakku
yang semakin hari semakin terasa berat saja
di saat semua yang diinginkan dan diusahakan dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati
menguap dan menghilang seperti buih di lautan
seandainya Tuhan memperlihatkan kebahagiaan yang sebenarnya dibutuhkan
dan akan didapatkan nantinya
mungkin tidak akan ada pelajaran terbaik yang dapat dipetik
dan menjadikan kita manusia yang lebih baik

Aku ingin menghilang
dari semua yang selalu mengamati setiap langkah ini
aku ingin berdiri 
ditempat yang belum pernah aku singgahi sebelumnya
dimana tidak ada apapun yang mengingatkanku 
pada semua resah yang aku rasakan
walau aku tidak akan pernah tahu
apa yang terjadi ketika aku kembali

lidya










Menulis..
Sudah lama aku menantikan saat-saat ini..
Saat-saat dimana aku membiarkan jari-jemariku beradu dengan keyboard.
Saat-saat aku ingin menuangkan semua yang ada dalam kepalaku ke dalam halaman di monitor.

Rasanya banyak sekali yang ingin kutulis
namun, entah kenapa tidak pernah terealisasikan
bukan hanya karena tidak ada inspirasi
tapi sepertinya tidak ada keberanian yang muncul
entah karena kepercayaan diri yang seenaknya saja kabur dan bermain dengan yang lain
atau rasa malas yang selalu setia menemaniku dimanapun dan kapanpun
atau karena memang tidak berbakat atau tidak bisa menulis?

Kadang aku salut (atau mungkin iri?) dengan orang-orang yang punya banyak artikel atau tulisan
meskipun itu plagiat, kutipan, parafrase, atau menggabungkan tulisan2 orang lain.
mereka punya keberanian (atau mungkin kesempatan) yang rasanya ingin juga aku miliki.

Entah kenapa aku ingin sekali menulis
mungkin karena aku berada di lingkungan para penulis
atau karena aku sangat suka membaca
atau juga karena aku selalu memikirkan suatu hal dengan begitu mendalam
alasan-alasan itu seharusnya sudah menjadikan aku seorang penulis yang hebat

Namun aku juga sering berpikir hal-hal yang menghambatku untuk menulis
mungkinkah karena bakat?
aku sangat suka menggambar
dan orang-orang di sekitarku menyatakan gambarku cukup berkesan untuk mereka
sehingga mereka menganggap aku memiliki bakat menggambar
selama ini hampir semua orang menganggap bahwa seseorang hanya memiliki satu bakat saja yang menonjol
oleh karena itu aku (dan orang-orang di sekitarku yang memang penulis) merasa bakatku adalah menggambar, bahkan ada yang menyebutku sketcher.
mungkin karena itu aku merasa tidak bisa menulis
padahal orang-orang di sekitarku (yang memang penulis) belum pernah melihat tulisanku..

tapi aku akan mencoba
entah nanti hasilnya seperti apa
tapi aku akan mencoba menulis
karena aku ingin menulis..

gambar: http://annida-online.com
lidya
Ada sebuah cerita yang sekali waktu saya dengar dari sebuah acara dakwah di televisi. Saya lupa narasumbernya siapa, tapi itu acara punya Aa Gym. Beliau adalah tamu di acara tersebut. Yang menceritakan memang tidak terkenal, ceritanya pun tidak terkenal juga. Tapi, sekali saya dengar, saya tidak lupa sampai sekarang. Dan itu pun bertahun-tahun yang lalu. Entah kenapa cerita tersebut bermakna dalam untuk saya dan mempengaruhi segala pemikiran saya tentang hidup ini. Begini ceritanya...

Alkisah, ada seorang raja yang cukup bijaksana. ia mempunyai seorang sahabat yang sangat dekat. Sahabatnya tersebut sekaligus menjadi penasihat sang raja. Kemanapun raja pergi, sahabatnya selalu ikut serta. Sahabat raja tersebut mempunyai ciri khas, Ia selalu mengatakan "Ini yang terbaik" pada setiap kejadian yang dialaminya ataupun yang dilihatnya.




Pada suatu waktu, sang raja pergi berburu ke hutan. Diajaknya pula sahabat beserta para pengawalnya. Pada saat raja ingin memanah seekor rusa, terjadi kesalahan. Ibu jari sang raja putus akibat kesalahan memanah. Raja menangis karena kehilangan ibu jarinya. Sahabat raja yang melihat kejadian itu serta merta mengatakan kepada raja, "Ini yang terbaik". Sang raja sangat marah karena tersinggung dan kesal. Ia pun langsung memerintahkan para pengawalnya untuk memenjarakan sahabatnya itu. Pada saat dimasukkan ke dalam penjara, sahabat raja tetap mengatakan, "Ini yang terbaik". Sang raja heran, mengapa sang sahabat malah mengatakan ini yang terbaik ketika dipenjara? Ia pun hanya tertawa mendengarnya.

Beberapa waktu kemudian, Raja kembali berburu. Ia berburu di sebuah hutan yang asing dan jarang didatangi. Ternyata di hutan tersebut tinggal sekelompok kanibal. Para kanibal tersebut menangkap Raja dan para pengawalnya. Walaupun mereka kanibal, tetapi mereka memiliki kepercayaan, yaitu mereka hanya memakan manusia yang fisiknya sempurna alias tidak cacat tubuh. Pada saat giliran raja akan dimakan, ada seorang kanibal yang melihat tangan sang Raja. Ternyata ibu jarinya tidak ada! Maka sang Raja pun dilepaskan. Sang Raja bahagia bukan kepalang. Ia lalu teringat sahabatnya yang dipenjara. Ternyata benar perkataan sahabatnya waktu itu. Ia pasti akan dimakan oleh para kanibal jika ibu jarinya masih ada. Dan sahabatnya pun akan ikut Raja berburu jika tidak dipenjara dan dimakan oleh para kanibal.

 

Demikianlah cerita Raja dan sahabatnya. Sebuah cerita sederhana namun bermakna dalam (bagi saya pribadi). Bahwa, segala yang kita alami dan yang kita dapatkan merupakan yang terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa untuk kita. Dia memahami kita lebih dari kita memahami-Nya. Dan Dia selalu memberikan yang terbaik bagi kita tanpa kita mengerti sebelumnya. ^^

lidya

Krakatau
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.



Perkembangan Gunung Krakatau

Gunung Krakatau Purba

Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan andesitik.
Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:
Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera
Pakar geologi Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.
Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.
Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.

Munculnya Gunung Krakatau

Pulau Rakata, yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Krakatau (atau Gunung Rakata) yang terbuat dari batuan basaltik. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu. Persatuan ketiga gunung api inilah yang disebut Gunung Krakatau.
Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada 26-27 Agustus 1883.




Erupsi 1883

Sebuah litografi yang dibuat pada tahun 1888 yang menggambarkan Gunung Krakatau pada kejadian Erupsi 1883.
Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.
Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.
Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.
Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.
Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

Anak Krakatau

Mulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.
Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan in bakal terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan.

Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jepang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya.
lidya

Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema. Magma adalah batuan cair pijar bertemperatur tinggi yang terdapat di dalam kulit bumi, terjadi dari berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya. Magma terjadi akibat adanya tekanan di dalam bumi yang amat besar, walaupun suhunya cukup tinggi, tetapi batuan tetap padat. Jika terjadi pengurangan tekanan, misalnya adanya retakan, tekanannya pun akan menurun sehingga batuan tadi menjadi cair pijar atau disebut magma.
Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Magma dapat
bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya. Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.
Magma bisa bergerak ke segala arah, bahkan bisa sampai ke permukaan bumi. Jika gerakan magma tetap di bawah permukaan bumi disebut intrusi magma. Sedangkan magma yang bergerak dan mencapai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan gunung api atau disebut juga vulkan. Hal ini berarti intrusi magma tidak mencapai ke permukaan bumi. Mungkin hanya sebagian kecil intrusi magma yang bisa mencapai ke permukaan bumi. Namun yang perlu diingat bahwa intrusi magma bisa mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk tonjolan berupa pegunungan.

lidya
Aku suka hujan
Suara rintiknya terdengar begitu memilukan
Berkahnya yang tiada tara bagi para penanam













dan karena hujan
aku tidak sendirian

Label: 0 Comment | edit post
lidya
Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangismeratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya, "Mengapa engkaumenangis, sungaiku yang jernih?' Dan sungai itu menjawab, 'Sebab akudipaksa mengalir ke kota tempat Manusia merendahkan dan mensia-siakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras dan merekamemperalatkanku bagai pembersih sampah, meracuni kemurnianku danmengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk."Dan aku mendengar burung-burung menangis, dan aku bertanya, "Mengapaengkau menangis, burung-burungku yang cantik?"Dan salah satu dari burung itu terbang mendekatiku, dan hinggap di hujungsebuah cabang pohon dan berkata, "Anak-anak Adam akan segera datang diladang ini dengan membawa senjata-senjata pembunuh dan menyerang kamiseolah-olah kami adalah musuhnya. Kami sekarang terpisah di antara satusama yang lain, sebab kami tidak tahu siapa di antara kami yang bisa selamatdari kejahatan Manusia. Ajal memburu kami ke mana pun kami pergi."Kini, matahari terbit dari balik puncak pergunungan, dan menyinari puncak-puncak pepohonan dengan rona mahkota. Kupandangi keindahan ini dan akubertanya kepada diriku sendiri, 'Mengapa Manusia mesti menghancurkansegala karya yang telah diciptakan oleh alam?'

Khalil Gibran
Label: 0 Comment | edit post